Tampilkan postingan dengan label Ini Bumi Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Bumi Kami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2011

10 Tempat yang Mungkin Lebih Dahulu Lenyap Akibat Perubahan Iklim Ekstrim

Diposting oleh shine gasari di 22.59.00 0 komentar
Perubahan iklim yang ekstrim dapat mengakibatkan hilangnya ciri dari sebuah daratan. Entah itu naiknya permukaan laut, penggurunan, angin musim yang deras, gletser meleleh atau pengasaman laut, perubahan iklim dengan cepat akan mengubah daratan planet kita.

Kita mungkin akan menjadi salah satu generasi terakhir yang dapat melihat dan mengenali 10 tempat di bawah ini yang kemungkinan akan lenyap terlebih dahulu apabila terjadi perubahan iklim yang ekstrim.


1. Taman Nasional Glacier

Lebih dari 100 tahun yang lalu, ada sebanyak 150 gletser bertebaran di seluruh Glacier National Park. Pada tahun 2005, hanya tinggal 27 dan diperkirakan mereka juga akan menghilang pada tahun 2030, atau bahkan sebelum itu.
Banyak dari spesies tanaman dan hewan yang membutuhkan air dingin, yang berarti ekosistem taman dapat berubah secara dramatis ketika gletser hilang.



2. Venesia, Italia

Venesia pernah mengalami banjir parah pada bulan November 2009, ketika tingkat air mencapai 131 cm. Venesia telah lama tenggelam, tapi naiknya permukaan air laut telah membuat situasi lebih mengerikan.
Frekuensi banjir meningkat setiap tahun, meninggalkan banyak pertanyaan berapa lama lagi Venice bisa tinggal di atas air.


3. Great Barrier Reef

Great barrier reef dapat dilihat dari angkasa, tapi muilai menghilang secara bertahap seiring perubahan iklim. Meningkatnya suhu lautan, pencemaran air, pengasaman laut dan badai terus merusak terumbu dan telah menyebabkan pemutihan karang massa.


4. Sahara Afrika

Sahara di Afrika semakin bertambah luas dengan perluasan 0,5 kilometer per bulan. Gurun ini sudah menjadi terbesar di dunia, dan masih bisa meluas lagi kesemua Afrika Utara, mengubah lingkungan benua afrika.


5. Maladewa

Maladewa adalah negara terendah di dunia, dengan ketinggian rata-rata hanya 1,5 meter (4 kaki, 11 inci) di atas permukaan laut. Jika permukaan air laut naik terlalu banyak, negara itu bisa mendapatkan sebuah gelar yang tidak diinginkan, "Negara pertama yang ditelan oleh laut karena pemanasan global."


6. Patagonia

Sebuah keindahan yang tak tersentuh, Patagonia, Amerika Selatan bisa secara dramatis diubah oleh perubahan iklim.
Banyak dinding gletser yang gugur karena meningkatnya suhu dan curah hujan menurun. Meskipun tanah ini tidak akan hilang sepenuhnya, namun pemandangan yang ada akan sangat berbeda jika pemanasan global terus berlanjut.


7. Bangladesh

Terletak di Sungai Gangga-Brahmaputra dataran rendah Delta, Bangladesh berada pusat di badai yang sempurna pada kondisi klimaks. Sekitar 50 persen dari luas wilayahnya akan banjir jika permukaan laut naik 1 meter.
Bencana alam, seperti banjir, siklon tropis, tornado dan pasang surut terjadi di sini hampir setiap tahun sehingga meninggalkan kehancuran yang tragis.


8. Alaska tundra

Pemanasan global memanaskan Arktik dua kali lebih cepat dari seluruh wilayah di dunia, yang berarti Alaska tundra utara yang indah bisa menghilang sepenuhnya bila suhu terus meningkat.
Apabila Alaska tundra mencair, tidak hanya mengubah secara drastis ekosistem, tetapi juga melepaskan karbon tambahan dan ironisnya dapat mempercepat pemanasan global.


9. Australia Selatan

Sama seperti Sahara di Afrika, penggurunan mengancam Australia Selatan. Di seluruh wilayah, pasokan air segar cepat mengering. Sementara itu, dataran kering meningkatkan terjadinya kebakaran hutan, mengancam pertanian, satwa liar dan ratusan rumah di Australia.


10. Alpen

Alpen Eropa berada di ketinggian lebih rendah dari Rocky Mountains, dan gletser serta resor ski nya lebih rentan terhadap dampak dari pemanasan global. Gletser yang terkenal ini diperkirakan akan menghilang pada tahun 2050.

Sumber : infosersanucok.blogspot.com


10 Tanda dan Penyebab Kehancuran Bumi

Diposting oleh shine gasari di 22.52.00 0 komentar


Seiring dengan majunya zaman dan bertambahnya usia dari bumi ini, para pakar banyak berpendapat bahwa bumi ini sudah tidak dapat di kategorikan kedalam planet yang masih sehat, penyebabnya dirasakan oleh beberapa faktor yang menjadi penentu yang merubah status bumi menjadi tidak sehat.


Berikut ini adalah sepuluh kategori yang menyatakan bahwa bumi tidak sehat :

1. Melelehnya es di Arktik (Kutub Utara)

Studi terbaru memperkirakan bahwa perairan Arktik bisa meleleh dan bebas dari es pada musim panas minimal 30 tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Melelehnya es di Kutub Utara ini bisa memperkuat kecenderungan pemanasan global dan membahayakan penghuni Kutub Utara sendiri, dari manusia hingga beruang kutub.


2. Runtuhnya lapisan es Antartika (Kutub Selatan)

Wilkins adalah salah satu dari sembilan lapisan es Antartika yang telah surut atau runtuh dalam beberapa dekade terakhir. Lapisan es yang runtuh paling dramatis adalah Larsen A dan B, yang runtuh secara tiba-tiba pada tahun 1995 dan 2002.


3. Lubang di lapisan ozon

Lapisan ozon melindungi penghuni bumi dengan menyerap sinar ultraviolet berbahaya. Tapi banyaknya penggunaan bahan kimia dan polutan dapat membuat lubang besar di lapisan ozon. Dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk dapat memulihkan lapisan ozon seperti semula.


4. Meluasnya zona laut mati

Zona laut mati adalah kantong laut yang mana oksigen habis sehingga banyak ikan, kerang dan spesien lain yang tidak dapat bertahan hidup, seperti terdapat di Teluk Meksiko.
Zona ini terbentuk ketika pupuk tercecer dari sungai dan membuat banyak alga (tumbuhan laut yang memproduksi oksigen) mati dan membusuk.


5. Krisis karang laut

Terumbu karang adalah habitat laut yang penting bagi kebanyakan spesies laut. Tapi beberapa dekade terakhir, banyak terumbu karang yang mengalami krisis karena adanya penangkapan ikan yang berlebihan, polusi laut, penyakit, pemanasan dan pengasaman air laut.
Perairan samudera menjadi lebih asam karena menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Artinya, semakin banyak polusi udara, makin asam air laut.


6. Penebangan hutan

Kawasan hujan, khususnya hutan hujan merupakan bidang utama keanekaragaman hayati, hutan juga menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi laju penebangan hutan secara global bisa mencapai sekitar 32 juta hektar per tahun.
Selain itu, kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global dapat memperburuk situasi hutan di beberapa daerah.


7. Pencemaran air

Dua per tiga dari planet bumi ditutupi dengan permukaan air. Bila air tercemar, tentu saja dapat menyebabkan makhluk hidup di bumi tidak bisa hidup. Dampak pemanasan global juga mengubah pola ketersediaan air untuk minum dan pertanian.


8. Penumpukan gas rumah kaca di atmosfer

Karbon dioksida dan gas penangkap panas lainnya adalah polutan yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Banyaknya gas buangan pabrik dan kendaraan akan memperbanyak jumlah emisi gas rumah kaca ini.


9. Hewan terancam punah

Ketika habitatnya berubah dan terancam, hewan-hewan yang ada di dalamnya juga mendapat tekanan. Daftar Merah 2008 dari spesies langka yang diterbitkan oleh World Conservation Union mengidentifikasikan hampir 45.000 spesies yang terancam punah.


10. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk

Pada tahun 2007, populasi dunia melebihi 6 miliar. Tahun itu juga menandai pertama kalinya dalam sejarah lebih banyak orang tinggal di perkotaan daripada daerah pedesaan. Enam miliar penduduk ini terus bersaing untuk mempertahankan hidup dengan sumber daya alam yang sebenarnya terbatas, seperti air, makanan dan bahan bakar.
Kehidupan bumi dalam hal baik dan buruk tergantung dari apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri yang tinggal di dalamnya, mengelola bumi seharusnya sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai khalifahnya dimuka bumi ini.


Sumber : rank-news.blogspot.com

Senin, 08 Agustus 2011

BADAI MATAHARI DI MINGGU INI

Diposting oleh shine gasari di 23.37.00 0 komentar





Dalam beberapa hari ini, akibat tiga letupan besar di permukaan Matahari sepanjang minggu lalu, bakal menimbulkan gelombang badai elektromagnetik. Badai Matahari ini bisa menyebabkan gangguan satelit, perangkat telekomunikasi, serta elektronik.


Pemerintah Amerika Serikat, bahkan secara khusus mengeluarkan peringatan risiko tersebut. "Badai Matahari yang akan terjadi berikutnya mungkin memiliki level sedang atau kuat," kata Joseph Kunches, ilmuwan dari Space Weather Prediction Center, divisi dari National Oceanic and Atmospheric Adaministration (NOAA).

Kunches mengungkapkan, badai Matahari yang terjadi minggu lalu dan berikutnya bisa berdampak pada satelit komunikasi dan Global Positioning System (GPS) dan bahkan dapat menciptakan aurora yang bisa dilihat dari wilayah Minesota dan Winconsin, Amerika Serikat.

Aurora yang tercipta, disebut aurora borealis, merupakan cahaya alami yang bisa dilihat di wilayah Artik dan Antartika. Fenomena itu terbentuk akibat tumbukan antara partikel berenergi tinggi dengan atom di lapisan atas atmosfer.

Menurut NOAA, kerusakan besar akibat badai Matahari jarang terjadi, namun pernah dilaporkan adanya dampak serius. Pada tahun 1989 misalnya, badai Matahari mengakibatkan pembangkit listrik di Quebec, Kanada, lumpuh sehingga warga setempat harus hidup tanpa listrik selama berjam-jam.

Sementara, dampak terbesar badai Matahari terjadi pada tahun 1859. Badai Matahari melumpuhkan sistem komunikasi telegraf di seluruh dunia dan mencipatakan aurora yang bisa dilihat hingga Karibia.

Sistem telegraf dilaporkan terus mengirimkan sinyal walaupun baterai telah dicopot. Bagaimana dengan dampak badai Matahari kali ini? Kunches mengungkapkan, "Saya pikir badai Matahari yang terjadi kali ini tak akan mendekati itu. Ini akan ada pada angka dua atau tiga dari lima pada skala NOAA Space Weather."

Tapi, tetap harus diwaspadai. Badai Matahari pertama yang terjadi minggu lalu mengakibatkan sedikit dampak di Bumi. Sementara badai yang kedua lebih kuat. Yang ketiga, masih belum dilaporkan, tetapi kemungkinannya bisa memperburuk badai Matahari yang kedua atau tidak berdampak sama sekali.

Direktur Space Weather Prediction, Tom Bogdan, mengatakan, puncak badai Matahari terjadi setiap 12 tahun sekali. Seperti dikutip Reuters, Jumat (5/8/2011), ia memperkirakan badai Matahari berikutnya akan terjadi pada tahun 2013. (*)

by: TRIBUNNEWS.COM ditulis kembali oleh Aktiviantia Poshi Negasari

Rabu, 19 Januari 2011

Diposting oleh shine gasari di 22.14.00 0 komentar

Matahari Terbit Dua Hari Lebih Cepat Dari Biasanya di Greenland
Matahari di Greenland Negara Pulau yang terletak di antara laut Arctic dan Atlantic dan sebelah timur Kanada, muncul dua hari lebih cepat dari jadwal biasanya.
Menurut para ilmuwan, matahari yang biasanya terbit di awal tahun ini merupakantanda berakhirnya malam panjang selama satu setengah bulan di sana. Tapi untuk pertama kalinya dalam sejarah, matahari terlihat di garis horizon pada pukul 18.00 waktu setempat pada 11 Januari lalu, padahal menurut jadwal matahari seharusnya bersinar pada 13 Januari.
Kejadian langka ini diduga kuat karena lapisan atas permukaan ES di Greenland mencair, sehingga sinar matahari mampu menembus lebih awal. Teori ini didasarkan atas perubahan cuaca yang membuktikan bahwa tingkat lapisan atas ES menurun.
Laporan dari organisasi meteorologi dunia menyebutkan bahwa suhu di Greenland mengalami
peningkatan sekitar 3 derajat celcius dari suhu rata-rata tahun lalu.
Selain itu, pada Desember lalu suhu udara juga lebih hangat dari biasanya dan hujan lebih banyak turun daripada salju.
Beberapa kalangan berpendapatbahwa kemunculan matahari yang lebih cepat dari biasanya itu kemungkinan juga ada kaitannya dengan fenomena luar angkasa.
Tapi Wolfgang Lendhardt, Direktur Departemen Geofisika Central Institute Meteorology di Wina menolak teori tersebut. "Konstelasi bintang tak pernah berubah, jika itu terjadi pasti akan terjadi kekacauan di bumi" katanya.
Sumber: tempointeraktif.com

SAVE OUR EARTH PLEASE....

Diposting oleh shine gasari di 04.01.00 1 komentar
Mencairnya bongkahan ES bagian paling utara kutub di bumi kita ini sudah tidak dapat disangkal lagi. Bongkahan atau lebih tepatnya pulau ES yang berada di Greenland telah retak dan mencair, hal ini sudah sangat membuktikan bahwa kita belum mampu merawat bumi yang diwariskan pada kita oleh nenek moyang yang beratus-ratus tahun merawat bumi ini. Perlu kalian ketahui bahwa Greenland memiliki 80% wilayah yang tertutup oleh ES.

Fenomena mencairnya ES di kutub bagian paling utara sering dikaitkan dengan pemanasan global yang terjadi di bumi kita tercinta ini. Tentu kita semua umat manusia yang tinggal di bumi ini mengetahui apa saja penyebab pemanasan global yang menjadikan bumi ini tidak seimbang lagi.

-)Pemanasan Global Berasal dari:
1. Efek Rumah Kaca
2. Efek Umpan Balik
3. Variasi Matahari

-)Dampak Pemanasan Global:
1. Iklim Mulai Tidak Stabil
2. Peningkatan Permukaan Air Laut
3. Suhu Global Cenderung Meningkat
4. Gangguan Ekologis
5. Dampak Sosial Ekonomi
6. Mencairnya Kutub Utara

Kita sebagai manusia yang memiliki akal dan budi tentu harus memanfaatkannya secara baik untuk mengolah dan kembali menyeimbangkan bumi kita tercinta ini. Bumi ini sudah sangat hebat menjaga kita dengan segala isinya yang dapat kita olah dan manfaatkan, dan seharusnya tanpa dimintapun kita harus memberikan timbal balik terhadap bumi tempat kita berpijak ini. Oleh sebagian Pemerintah telah turut campur tangan dalam hal mengurangi dampak pemanasan global tersebut agar tidak semakin membesar.

-)Pengendalian Pemanasan Global Oleh Pemerintah:
1. Menghilangkan Karbon
2. Melakukan Persetujuan Internasional Dalam Mengurangi Pemanasan Global

Tentu kita sangat berharap bahwa kita dapat mengembalikan bumi ini menjadi tempat yang nyaman untuk kita tinggali bersama orang-orang yang kita sayangi, jadi jangan sampai letih untuk memperjuangkan kembalinya kondisi bumi kita tercinta ini pada posisi yang seharusnya, karena semua ini terjadi juga karena ulah sebagian dari manusia yang tidak sadar akan perlunya menjaga bumi kita ini.

Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menjaga kelestarian bumi dan keberlangsungan hidup anak cucu kita di masa yang akan datang, dengan sesuatu hal yang terkecil sekalipun dapat kita jadikan sesuatu yang turut serta menyelamatkan bumi ini. Jika banyak orang seperti anda yang sadar akan kelestarian bumi ini, melakukan hal terkecil itupun akan menjadi sutu hal yang besar. Sebenarnya mudah, tetapi membutuhkan banyak campur tangan dari pihak yang memilik rasa tanggung jawab tinggi.

Saudara saya semuanya, mari kita lebih bisa menjadi orang yang dapat diandalkan oleh alam ini untuk merubah wajah dunia menjadi. Karena, jika bukan kita yang diandalkan oleh alam dan bumi ini kemudian siapa lagi yang akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kita nanti.

Keterangan lebih lanjut tentang pemanasan global dan berbagai macam akibat yang ditimbulkannya silahkan buka.. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Efek_rumah_kaca

silahkan jika ada yang mengirimkan komentar..
Tampilkan postingan dengan label Ini Bumi Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Bumi Kami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2011

10 Tempat yang Mungkin Lebih Dahulu Lenyap Akibat Perubahan Iklim Ekstrim

Perubahan iklim yang ekstrim dapat mengakibatkan hilangnya ciri dari sebuah daratan. Entah itu naiknya permukaan laut, penggurunan, angin musim yang deras, gletser meleleh atau pengasaman laut, perubahan iklim dengan cepat akan mengubah daratan planet kita.

Kita mungkin akan menjadi salah satu generasi terakhir yang dapat melihat dan mengenali 10 tempat di bawah ini yang kemungkinan akan lenyap terlebih dahulu apabila terjadi perubahan iklim yang ekstrim.


1. Taman Nasional Glacier

Lebih dari 100 tahun yang lalu, ada sebanyak 150 gletser bertebaran di seluruh Glacier National Park. Pada tahun 2005, hanya tinggal 27 dan diperkirakan mereka juga akan menghilang pada tahun 2030, atau bahkan sebelum itu.
Banyak dari spesies tanaman dan hewan yang membutuhkan air dingin, yang berarti ekosistem taman dapat berubah secara dramatis ketika gletser hilang.



2. Venesia, Italia

Venesia pernah mengalami banjir parah pada bulan November 2009, ketika tingkat air mencapai 131 cm. Venesia telah lama tenggelam, tapi naiknya permukaan air laut telah membuat situasi lebih mengerikan.
Frekuensi banjir meningkat setiap tahun, meninggalkan banyak pertanyaan berapa lama lagi Venice bisa tinggal di atas air.


3. Great Barrier Reef

Great barrier reef dapat dilihat dari angkasa, tapi muilai menghilang secara bertahap seiring perubahan iklim. Meningkatnya suhu lautan, pencemaran air, pengasaman laut dan badai terus merusak terumbu dan telah menyebabkan pemutihan karang massa.


4. Sahara Afrika

Sahara di Afrika semakin bertambah luas dengan perluasan 0,5 kilometer per bulan. Gurun ini sudah menjadi terbesar di dunia, dan masih bisa meluas lagi kesemua Afrika Utara, mengubah lingkungan benua afrika.


5. Maladewa

Maladewa adalah negara terendah di dunia, dengan ketinggian rata-rata hanya 1,5 meter (4 kaki, 11 inci) di atas permukaan laut. Jika permukaan air laut naik terlalu banyak, negara itu bisa mendapatkan sebuah gelar yang tidak diinginkan, "Negara pertama yang ditelan oleh laut karena pemanasan global."


6. Patagonia

Sebuah keindahan yang tak tersentuh, Patagonia, Amerika Selatan bisa secara dramatis diubah oleh perubahan iklim.
Banyak dinding gletser yang gugur karena meningkatnya suhu dan curah hujan menurun. Meskipun tanah ini tidak akan hilang sepenuhnya, namun pemandangan yang ada akan sangat berbeda jika pemanasan global terus berlanjut.


7. Bangladesh

Terletak di Sungai Gangga-Brahmaputra dataran rendah Delta, Bangladesh berada pusat di badai yang sempurna pada kondisi klimaks. Sekitar 50 persen dari luas wilayahnya akan banjir jika permukaan laut naik 1 meter.
Bencana alam, seperti banjir, siklon tropis, tornado dan pasang surut terjadi di sini hampir setiap tahun sehingga meninggalkan kehancuran yang tragis.


8. Alaska tundra

Pemanasan global memanaskan Arktik dua kali lebih cepat dari seluruh wilayah di dunia, yang berarti Alaska tundra utara yang indah bisa menghilang sepenuhnya bila suhu terus meningkat.
Apabila Alaska tundra mencair, tidak hanya mengubah secara drastis ekosistem, tetapi juga melepaskan karbon tambahan dan ironisnya dapat mempercepat pemanasan global.


9. Australia Selatan

Sama seperti Sahara di Afrika, penggurunan mengancam Australia Selatan. Di seluruh wilayah, pasokan air segar cepat mengering. Sementara itu, dataran kering meningkatkan terjadinya kebakaran hutan, mengancam pertanian, satwa liar dan ratusan rumah di Australia.


10. Alpen

Alpen Eropa berada di ketinggian lebih rendah dari Rocky Mountains, dan gletser serta resor ski nya lebih rentan terhadap dampak dari pemanasan global. Gletser yang terkenal ini diperkirakan akan menghilang pada tahun 2050.

Sumber : infosersanucok.blogspot.com


10 Tanda dan Penyebab Kehancuran Bumi


Seiring dengan majunya zaman dan bertambahnya usia dari bumi ini, para pakar banyak berpendapat bahwa bumi ini sudah tidak dapat di kategorikan kedalam planet yang masih sehat, penyebabnya dirasakan oleh beberapa faktor yang menjadi penentu yang merubah status bumi menjadi tidak sehat.


Berikut ini adalah sepuluh kategori yang menyatakan bahwa bumi tidak sehat :

1. Melelehnya es di Arktik (Kutub Utara)

Studi terbaru memperkirakan bahwa perairan Arktik bisa meleleh dan bebas dari es pada musim panas minimal 30 tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Melelehnya es di Kutub Utara ini bisa memperkuat kecenderungan pemanasan global dan membahayakan penghuni Kutub Utara sendiri, dari manusia hingga beruang kutub.


2. Runtuhnya lapisan es Antartika (Kutub Selatan)

Wilkins adalah salah satu dari sembilan lapisan es Antartika yang telah surut atau runtuh dalam beberapa dekade terakhir. Lapisan es yang runtuh paling dramatis adalah Larsen A dan B, yang runtuh secara tiba-tiba pada tahun 1995 dan 2002.


3. Lubang di lapisan ozon

Lapisan ozon melindungi penghuni bumi dengan menyerap sinar ultraviolet berbahaya. Tapi banyaknya penggunaan bahan kimia dan polutan dapat membuat lubang besar di lapisan ozon. Dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk dapat memulihkan lapisan ozon seperti semula.


4. Meluasnya zona laut mati

Zona laut mati adalah kantong laut yang mana oksigen habis sehingga banyak ikan, kerang dan spesien lain yang tidak dapat bertahan hidup, seperti terdapat di Teluk Meksiko.
Zona ini terbentuk ketika pupuk tercecer dari sungai dan membuat banyak alga (tumbuhan laut yang memproduksi oksigen) mati dan membusuk.


5. Krisis karang laut

Terumbu karang adalah habitat laut yang penting bagi kebanyakan spesies laut. Tapi beberapa dekade terakhir, banyak terumbu karang yang mengalami krisis karena adanya penangkapan ikan yang berlebihan, polusi laut, penyakit, pemanasan dan pengasaman air laut.
Perairan samudera menjadi lebih asam karena menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Artinya, semakin banyak polusi udara, makin asam air laut.


6. Penebangan hutan

Kawasan hujan, khususnya hutan hujan merupakan bidang utama keanekaragaman hayati, hutan juga menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi laju penebangan hutan secara global bisa mencapai sekitar 32 juta hektar per tahun.
Selain itu, kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global dapat memperburuk situasi hutan di beberapa daerah.


7. Pencemaran air

Dua per tiga dari planet bumi ditutupi dengan permukaan air. Bila air tercemar, tentu saja dapat menyebabkan makhluk hidup di bumi tidak bisa hidup. Dampak pemanasan global juga mengubah pola ketersediaan air untuk minum dan pertanian.


8. Penumpukan gas rumah kaca di atmosfer

Karbon dioksida dan gas penangkap panas lainnya adalah polutan yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Banyaknya gas buangan pabrik dan kendaraan akan memperbanyak jumlah emisi gas rumah kaca ini.


9. Hewan terancam punah

Ketika habitatnya berubah dan terancam, hewan-hewan yang ada di dalamnya juga mendapat tekanan. Daftar Merah 2008 dari spesies langka yang diterbitkan oleh World Conservation Union mengidentifikasikan hampir 45.000 spesies yang terancam punah.


10. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk

Pada tahun 2007, populasi dunia melebihi 6 miliar. Tahun itu juga menandai pertama kalinya dalam sejarah lebih banyak orang tinggal di perkotaan daripada daerah pedesaan. Enam miliar penduduk ini terus bersaing untuk mempertahankan hidup dengan sumber daya alam yang sebenarnya terbatas, seperti air, makanan dan bahan bakar.
Kehidupan bumi dalam hal baik dan buruk tergantung dari apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri yang tinggal di dalamnya, mengelola bumi seharusnya sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai khalifahnya dimuka bumi ini.


Sumber : rank-news.blogspot.com

Senin, 08 Agustus 2011

BADAI MATAHARI DI MINGGU INI






Dalam beberapa hari ini, akibat tiga letupan besar di permukaan Matahari sepanjang minggu lalu, bakal menimbulkan gelombang badai elektromagnetik. Badai Matahari ini bisa menyebabkan gangguan satelit, perangkat telekomunikasi, serta elektronik.


Pemerintah Amerika Serikat, bahkan secara khusus mengeluarkan peringatan risiko tersebut. "Badai Matahari yang akan terjadi berikutnya mungkin memiliki level sedang atau kuat," kata Joseph Kunches, ilmuwan dari Space Weather Prediction Center, divisi dari National Oceanic and Atmospheric Adaministration (NOAA).

Kunches mengungkapkan, badai Matahari yang terjadi minggu lalu dan berikutnya bisa berdampak pada satelit komunikasi dan Global Positioning System (GPS) dan bahkan dapat menciptakan aurora yang bisa dilihat dari wilayah Minesota dan Winconsin, Amerika Serikat.

Aurora yang tercipta, disebut aurora borealis, merupakan cahaya alami yang bisa dilihat di wilayah Artik dan Antartika. Fenomena itu terbentuk akibat tumbukan antara partikel berenergi tinggi dengan atom di lapisan atas atmosfer.

Menurut NOAA, kerusakan besar akibat badai Matahari jarang terjadi, namun pernah dilaporkan adanya dampak serius. Pada tahun 1989 misalnya, badai Matahari mengakibatkan pembangkit listrik di Quebec, Kanada, lumpuh sehingga warga setempat harus hidup tanpa listrik selama berjam-jam.

Sementara, dampak terbesar badai Matahari terjadi pada tahun 1859. Badai Matahari melumpuhkan sistem komunikasi telegraf di seluruh dunia dan mencipatakan aurora yang bisa dilihat hingga Karibia.

Sistem telegraf dilaporkan terus mengirimkan sinyal walaupun baterai telah dicopot. Bagaimana dengan dampak badai Matahari kali ini? Kunches mengungkapkan, "Saya pikir badai Matahari yang terjadi kali ini tak akan mendekati itu. Ini akan ada pada angka dua atau tiga dari lima pada skala NOAA Space Weather."

Tapi, tetap harus diwaspadai. Badai Matahari pertama yang terjadi minggu lalu mengakibatkan sedikit dampak di Bumi. Sementara badai yang kedua lebih kuat. Yang ketiga, masih belum dilaporkan, tetapi kemungkinannya bisa memperburuk badai Matahari yang kedua atau tidak berdampak sama sekali.

Direktur Space Weather Prediction, Tom Bogdan, mengatakan, puncak badai Matahari terjadi setiap 12 tahun sekali. Seperti dikutip Reuters, Jumat (5/8/2011), ia memperkirakan badai Matahari berikutnya akan terjadi pada tahun 2013. (*)

by: TRIBUNNEWS.COM ditulis kembali oleh Aktiviantia Poshi Negasari

Rabu, 19 Januari 2011


Matahari Terbit Dua Hari Lebih Cepat Dari Biasanya di Greenland
Matahari di Greenland Negara Pulau yang terletak di antara laut Arctic dan Atlantic dan sebelah timur Kanada, muncul dua hari lebih cepat dari jadwal biasanya.
Menurut para ilmuwan, matahari yang biasanya terbit di awal tahun ini merupakantanda berakhirnya malam panjang selama satu setengah bulan di sana. Tapi untuk pertama kalinya dalam sejarah, matahari terlihat di garis horizon pada pukul 18.00 waktu setempat pada 11 Januari lalu, padahal menurut jadwal matahari seharusnya bersinar pada 13 Januari.
Kejadian langka ini diduga kuat karena lapisan atas permukaan ES di Greenland mencair, sehingga sinar matahari mampu menembus lebih awal. Teori ini didasarkan atas perubahan cuaca yang membuktikan bahwa tingkat lapisan atas ES menurun.
Laporan dari organisasi meteorologi dunia menyebutkan bahwa suhu di Greenland mengalami
peningkatan sekitar 3 derajat celcius dari suhu rata-rata tahun lalu.
Selain itu, pada Desember lalu suhu udara juga lebih hangat dari biasanya dan hujan lebih banyak turun daripada salju.
Beberapa kalangan berpendapatbahwa kemunculan matahari yang lebih cepat dari biasanya itu kemungkinan juga ada kaitannya dengan fenomena luar angkasa.
Tapi Wolfgang Lendhardt, Direktur Departemen Geofisika Central Institute Meteorology di Wina menolak teori tersebut. "Konstelasi bintang tak pernah berubah, jika itu terjadi pasti akan terjadi kekacauan di bumi" katanya.
Sumber: tempointeraktif.com

SAVE OUR EARTH PLEASE....

Mencairnya bongkahan ES bagian paling utara kutub di bumi kita ini sudah tidak dapat disangkal lagi. Bongkahan atau lebih tepatnya pulau ES yang berada di Greenland telah retak dan mencair, hal ini sudah sangat membuktikan bahwa kita belum mampu merawat bumi yang diwariskan pada kita oleh nenek moyang yang beratus-ratus tahun merawat bumi ini. Perlu kalian ketahui bahwa Greenland memiliki 80% wilayah yang tertutup oleh ES.

Fenomena mencairnya ES di kutub bagian paling utara sering dikaitkan dengan pemanasan global yang terjadi di bumi kita tercinta ini. Tentu kita semua umat manusia yang tinggal di bumi ini mengetahui apa saja penyebab pemanasan global yang menjadikan bumi ini tidak seimbang lagi.

-)Pemanasan Global Berasal dari:
1. Efek Rumah Kaca
2. Efek Umpan Balik
3. Variasi Matahari

-)Dampak Pemanasan Global:
1. Iklim Mulai Tidak Stabil
2. Peningkatan Permukaan Air Laut
3. Suhu Global Cenderung Meningkat
4. Gangguan Ekologis
5. Dampak Sosial Ekonomi
6. Mencairnya Kutub Utara

Kita sebagai manusia yang memiliki akal dan budi tentu harus memanfaatkannya secara baik untuk mengolah dan kembali menyeimbangkan bumi kita tercinta ini. Bumi ini sudah sangat hebat menjaga kita dengan segala isinya yang dapat kita olah dan manfaatkan, dan seharusnya tanpa dimintapun kita harus memberikan timbal balik terhadap bumi tempat kita berpijak ini. Oleh sebagian Pemerintah telah turut campur tangan dalam hal mengurangi dampak pemanasan global tersebut agar tidak semakin membesar.

-)Pengendalian Pemanasan Global Oleh Pemerintah:
1. Menghilangkan Karbon
2. Melakukan Persetujuan Internasional Dalam Mengurangi Pemanasan Global

Tentu kita sangat berharap bahwa kita dapat mengembalikan bumi ini menjadi tempat yang nyaman untuk kita tinggali bersama orang-orang yang kita sayangi, jadi jangan sampai letih untuk memperjuangkan kembalinya kondisi bumi kita tercinta ini pada posisi yang seharusnya, karena semua ini terjadi juga karena ulah sebagian dari manusia yang tidak sadar akan perlunya menjaga bumi kita ini.

Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menjaga kelestarian bumi dan keberlangsungan hidup anak cucu kita di masa yang akan datang, dengan sesuatu hal yang terkecil sekalipun dapat kita jadikan sesuatu yang turut serta menyelamatkan bumi ini. Jika banyak orang seperti anda yang sadar akan kelestarian bumi ini, melakukan hal terkecil itupun akan menjadi sutu hal yang besar. Sebenarnya mudah, tetapi membutuhkan banyak campur tangan dari pihak yang memilik rasa tanggung jawab tinggi.

Saudara saya semuanya, mari kita lebih bisa menjadi orang yang dapat diandalkan oleh alam ini untuk merubah wajah dunia menjadi. Karena, jika bukan kita yang diandalkan oleh alam dan bumi ini kemudian siapa lagi yang akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kita nanti.

Keterangan lebih lanjut tentang pemanasan global dan berbagai macam akibat yang ditimbulkannya silahkan buka.. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Efek_rumah_kaca

silahkan jika ada yang mengirimkan komentar..
 

The Amazing World Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting